- Mari Terus Belajar, Berinovasi, Berkreasi dan Berkarya -

Kumpulan Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SD-SMP-SMA-SMK

Kumpulan Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SD-SMP-SMA-SMK

Rilis Terbaru, Film Pendek Sebagai Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha


A. Film Pendek "Kalyana Mitta

Film ini menceritakan suatu persahabatan dari sejak kecil yang kemudian sempat terpisah selama 7 tahun. Para pemain terdiri dari dua siswa-siswi kelas 1 sekolah dasar, dua siswa-siswi kelas 7 SMP dan satu siswi SMA kelas 12. 



Menjelaskan tentang Kalyana Mitta, bahwa sahabat yang baik atau sahabat sejati itu walau sudah terpisah pasti akan berjumpa kembali.








Berikut ini deskripsi lengkap tentang Kalyana Mitta:
Kalyanamittaadalah sahabat sejati .
Kita hendaknya dapat membedakan antara sahabat sejati dengan sahabat palsu. Ciri sahabat sejati adalah seorang sahabat yang senantiasa :
1. Siap dan mampu membantu kita dengan cara yang baik2. Memiliki rasa simpati kepada kita baik didalam keadaan suka maupun duka3. Menunjukkan hal-hal yang berguna kepada kita4. Memiliki rasa persahabatan yang akrab
Sahabat yang siap dan mampu membantu kita dengan cara yang baik, maksudnya: Melindungi dan memperingatkan kita pada saat kita lengah, atau tidak waspadaØ Melindungi harta kekayaan kita dalam keadaan kita lengah dan tidak waspadaØ Melindungi kita dalam keadaan bahayaØ
Sahabat yang memiliki rasa simpati kepada kita baik didalam keadaan suka maupun duka, maksudnya :• Membuka rahasia pribadinya kepada kita sebagai sahabat sejati• Menjaga rahasia kita dan tidak membocorkannya kepada orang lain• Tidak meninggalkan kita pada saat kita mengalami banyak masalah• Bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya demi kepentingan sahabatnya
Sahabat yang menunjukkan hal-hal yang berguna kepada kita, maksudnya :• Mencegah berbuat kejahatan• Menganjurkan kita melakukan kebaikan• Memberitahukan kita hal-hal yang belum pernah kita dengar• Memberitahu kita cara-cara mencapai alam kebahagiaan
Sahabat yang memiliki rasa persahabatan yang akrab, maksudnya :• Ikut merasakan penderitaan kita pada saat kita susah• Merasa bahagia bila kita mendapatkan kebahagiaan• Membela kita apabila kita terkena masalah• Membenarkan siapa saja yang memuji kita



Film Pendek "Kalyana Mitta"

B. Film Pendek "Panca Dhamma"


Film ini menceritakan tentang seorang pelajar yang kebingungan mencari catatan materinya tentang Panca Dhamma. Kemudian datanglah temannya yang membantu menjelaskan kembali tentang Panca Dhamma. Film ini menggunakan Bahasa Jawa dan ada subtitlenya. Diperankan oleh dua siswa SMP N 1 Patean Kelas VII.



Berikut ini penjelasan singkat tentang Panca Dhamma:
  1. METTA-KARUNA: Cinta kasih dan belas kasihan (Kebajikan pertama ini sama dengan sila pertama dari Pancasila Buddhis).
  2. SAMMA-AJIVA: Pencaharian benar ( Kebajikan kedua ini sama dengan sila kedua dari Pancasila Buddhis).
  3. KAMA-SAMVARA: Penahanan diri terhadap napsu indera (Kebajikan ketiga ini sama dengan sila ketiga dari Pancasila Buddhis).
  4. SACCA: Kebenaran, yaitu benar dalam perbuatan, perkataan dan pikiran (Kebajikan keempat ini sama dengan sila keempat dari Pancasila Buddhis).
  5. SATI-SAMPAJANNA: Kesadaran benar (Kebajikan kelima ini sama dengan sila kelima dari Pancasila Buddhis).

CATATAN:
~ Bila ingin melaksanakan Pancasila Buddhis secara sempurna, wajib memperkembangkan dalam diri Panca-Dhamma, sehingga perbuatan dan perkataan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari tidak bertentangan dengan Pancasila Buddhis.

~ Ada kalanya Panca-dhamma ini disebut juga Kalyana-dhamma 5.
(Dighanikaya III.235, Anguttaranikaya III.203).



Karya - karya Kang Widi

Semangat Berkreasi, Berinovasi dan Berkarya
Media Pembelajaran :
  1. Multimedia Pembelajaran Interaktif, PAB SD Kelas 5
  2. Multimedia Pembelajaran Interaktif PAUD "Disiplin dan Tertib Lalu Lintas"
  3. Multimedia Pembelajaran PAUD Animasi Bermain Warna
  4. Multimedia Evaluasi PAB Kelas 9 Semester 2
  5. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 4 SD, Tiga Istana Yang dilihat P. Sidharta
  6. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SMP Kelas 9, Kalyana Mitta
  7. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas XI SMA/SMK, Faktor disebut sebagai membunuh dan Akibat Membunuh
  8. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas XI SMA/SMK, Faktor faktor di sebut Mencuri dan Akibat Mencuri
  9. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 4 SD, Empat Peristiwa Yang dilihat Pangeran Sidharta
  10. Video Pembelajaran PAB SMA/SMK Kelas XI Tentang Sila 5 Menghindari Minuman yang Memabukkan
  11. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas V SD - Dana Materi
  12. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha - Tanya Dhamma
  13. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 2 Semester 1 "Keluarga Tersayang"
  14. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 8 Semester 1 "Dua Upasakha Utama Buddha"
  15. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 8 Semester 1 "Dua Upasikha Utama Buddha"
  16. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7 Semester 2 "Kalyanamitta dan Akalyanamitta"
  17. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 8 Semester 1 "Masa Pembabaran Dhamma 1 dan 45"
  18. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 7 Semester 1 "Panca Dhamma"
  19. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti (Film Pendek) "Kalyana Mitta bagian 1.
  20. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 7 Semester 1 (Film Pendek) "Kelompok Umat Buddha"
  21. Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha/Film Pendek "Belajar Gitar"
  22. to be continued...

Video Clip :
  1. Lagu Hati Baru Demi Indonesia, Vocalis Rizki Nataliyani
  2. Lagu Tak Bisa Memiliki, Vocalis Novita Dian Astuti
  3. Lagu Tak Berdaya,  Vocalis Kang Widi
  4. Lagu Terimakasih,  Vocalis Rizki Nataliyani
  5. Lagu Untukmu Ibu,  VocalisRizki Nataliyani
  6. Lagu Sebuah Lagu Untukmu,  Vocalis Kang Widi
  7. Lipsync Lagu Coba Mengerti, Talent ; Ika Fitriyani
  8. Lagu Kami Memuja,  Vocalis Novita Dian Astuti
  9. Lagu Hadirkan Cinta, Vocalis Titin Nirwanti
  10. Lagu Lebih Dari Apapun, Vocalis Septian St
  11. Lagu Selalu Rindu, Vocalis Kang Widi
  12. Lagu Jika Kau Harus Pergi, Vocalis Kang Widi, Lagu Persembahan untuk Bapak Sayit Aryaputra, S.Ag, SH,MH 
  13. Lagu Untuk Bapak Sayit Aryaputra,S.Ag, SH,MH
  14. Lagu Jika Kau Harus Pergi, Penyanyi Kang Widi, Lagu Persembahan untuk Bapak Drs. Langgeng Budiarso, M.Si
  15. Lagu Untuk Bapak Drs. Langgeng Budiarso, M.Si
  16. Lagu Harusnya Memilih Aku, Vokalis Kristiyanti
  17. Lagu Bunda, Vocalis Ifa Ratnawati
  18. Lipsync Lagu Hari Bersamanya, Talent Aditya Putra, Mudrikah dan Puji Lestari
  19. Lipsync Lagu And I Hope, Talent Gary Wibowo dan Prasmia Paramita
  20. Lipsync Lagu Tak Pernah Ternilai, Talent Ari Yulianto dan Mudrikah
  21. Lagu "Sebuah Lagu Untukmu", Vocalis Yogi Alfian
  22. Lagu Rasa Ini, Vocalis Rovy
  23. Lagu Nyanyian Rindu, Vocalis Rizki Nataliani
  24. Lagu Butiran Debu, Vocalis Sara Mulweni
  25. Lagu Kejora, Vocalis Mita Dian Saputri
  26. Lagu Anak-anak Indahnya Pagi, Vocalis Rizki Nataliyani
  27. Lagu Kerja Keras Guru, Vocal Kang Widi
  28. Lagu Kanggo Riko, Vocal Kang Widi
  29. Lagu Campursari Cinta Tak Terpisahkan, Vocal Kang Widi feat Dyani
  30. Lagu Buddhis Kathina, Vocal Retno
  31. Lagu Buddhis Pekik Kemenangan, Vocal Kang Widi
  32. Lagu Dangdut Tanpa Kamu, Vocal Kang Widi
  33. Lagu Dangdut Kehilangan, Vocal Kang Widi
  34. Lagu Jepang Mirai E, Vocal Mita Dian Saputri
  35. Lagu POP Mama Aku Ingin Pulang, Vocal Lidiyani Isrofah
  36. Lagu POP Bintang dan Purnama, Vocal Kang Widi
  37. to be continued...
Video Lainnya :
  1. Video Profile ESAM Training Kendal
  2. Video Dokumentasi Pilkades Desa Congkrang 2013
  3. Video Selamat Ulang Tahun
  4. Video Dangdut Live New Happy-ta Musik - Angge-angge orong-orong
  5. Vlog Kang Widi - Kota Batu Jawa Timur Part 1
  6. Film Pendek Smanca Story
  7. Film Pendek Peduli Bukan Bully
  8. Film Pendek - Ternyata
  9. Film Pendek - Nyontek
  10. Film Pendek - Bully
  11. Film Dokumenter Potensi Wisata - Posong
  12. Film Dokumenter Potensi Wisata - Curug Guwung
  13. Film Dokumenter Potensi Wisata - Curug Surodipo
  14. Video Reportase Galang Candi - Lomba Penggalang se Kab. Temanggung Part 1
  15. Video Reportase Galang Candi - Lomba Penggalang se Kab. Temanggung Part 2
  16. Video Reportase Galang Candi - Lomba Penggalang se Kab. Temanggung Part 3
  17. Video Reportase Galang Candi - Lomba Penggalang se Kab. Temanggung Part 4
  18. Video Reportase Galang Candi - Lomba Penggalang se Kab. Temanggung Part 5
  19. to be continued...


#video #videoclip #videopembelajaran #pendidikanagamabuddha #pab #film #filmpendek #filmdokumenter #lipsync #kangwidi #sbckendal #sagusavi #IGI

Video Pembelajaran Agama Buddha Kelas V SD (Film Pendek) Tentang "Dana Materi"



Berikut video-video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk Sekolah Dasar yang telah dirilis. Dan tunggu video-video lainnya;

1. Judul : "Dana Materi"
    Durasi : 08;35 menit
    Pemain : 1. Siswa-siswi SDN 2 Plososari Patean Kendal 
                   2. Siswi SMA N 1 & 2 Sukorejo Kendal

Video Pembelajaran Kelas V SD (Film Pendek) Tentang "Dana Materi" dan Cara Membuatnya

 

Salam Kreatif dan Inovatif,
Setelah beberapa waktu tidak sempat posting untuk blog ini, perkenankan aku kembali berbagi pengalaman tentang membuat video pembelajaran. Kali ini masih seputar video pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Sekolah Dasar Kelas V dengan Tema "Dana Materi" yang simainkan oleh siswa siswi SDku di bantu dua siswi SMA-ku.

Nah, dalm proses pembuatan video ini awalnya di buat sinopsis dengan tema sesuai dalam pelajaran kelas V SD, yaitu tentang Dana Materi.  Sinopsis yang kemudian dikembangkan menjadi skenario aku buat bersama sama dengan siswa siswi SD-ku. 

Setelah proses penulisan skenario selesai, kemudian anak-anak latihan dialog, dan setelah memahami skenario baru selanjutnya diadakan pengambilan gambar atau shooting.  Dalam pengambilan gambar ini aku memanfaatkan peralatan yang sederhana, tidak menggunakan kamera atau handycam yang besar, namun cukup menggunakan Camera Digital (Camera Poket) dan Handphone Android. Memang hasil kurang maksimal karena adanya perbedaan kualitas gambar video. namun yang terpenting disini adalah esensi dari pembelajaran terkait materi pelajaran yang anak-anak pahami. Orientasinya bukan pada hasil film jadi, namun pada proses pembuatan film/video pembelaran yang langsung melibatkan siswa sebagai pemeran maupun kameramen. Yang tentu memberikan pengalaman tersendiri bagi anak-anak untuk belajar menjadi lebih percaya diri dan menambah wawasan dalam bidang broadcasting ataupun film.
Dan sayangnya, sampai aku posting tulisan ini, mencari-cari foto dokumentasi proses pengambilan gambar tidak ketemu juga yang sepertinya secara tidak sengaja kehapus. 

Berikut ini adalah hasil dari proses pengambilan gambar yang aku lakukan bersama anak-anak dan aku lakukan secara bertahap :

 
Video Pembelajaran PAB SD Tentang "Dana Materi"

Untuk rekan-rekan yang ingin belajar dalam pembuatan video pembelajaran ini, sudah aku siapkan beberapa tips dalam bentuk power point. Silahkan Download disini.
Semoga bermanfaat.

Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SD Kelas 4

Berikut video-video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk Sekolah Dasar yang telah dirilis. Dan tunggu video-video lainnya;

1. Judul : "Tiga Istana Pangeran Sidhrata"
    Durasi : 9;52 menit
    Pemain : Siswa-siswi SDN 2 Plososari Patean Kendal



2. Judul : "Empat Peristiwa yang di lihat Pangeran Sidhrata"
    Durasi : 5;20 menit
    Pemain : Siswa-siswi SDN 2 Plososari Patean Kendal


Video Pembelajaran SMP Kelas IX

Berikut video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk SMP yang telah dirilis. Dan tunggu video-video lainnya; 

Judul : "Kalyana Mitta"
Durasi : 11;12 menit
Pemain : Siswa - siswi SMPN 1 Patean


To be Continue...

Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SMA/SMK Kelas XI

Saat pengambilan gambar/shooting.

Berikut video-video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk SMA dan SMK yang telah dirilis. Dan tunggu video-video lainnya;

Judul : "Faktor-faktor Pembunuhan dan akibat membunuh"
Durasi : 05;22 mrnit
Pemain : Siswa - siswi SMAN 2 Sukorejo kendal



Judul : "Faktor-faktor disebut mencuri dan akibat mencuri"
Durasi : 05;41 menit
Pemain : Siswa - siswi SMAN 2 Sukorejo kendal



Judul : "Faktor-faktor disebut Minum-minuman keras yang menyababkan lemahnya kesadaran"
Durasi : 11;00 menit
Pemain : Siswa - siswi SMAN 2 Sukorejo kendal



Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha SMA/SMK Kelas XI

Saat Shooting

Video pembelajaran PAB ini merupakan rilis terbaru di tahun 2015. Hasil kerjasama SBC Kendal dengan Forum Pelajar Buddhis Kabupaten Kendal. 
Pemeran dalam video ini merupakan siswa - siswi Buddhis SMA dan SMK di Kabupaten Kendal, yaitu SMAN 2 Sukorejo dan SMKN 6 Kendal kelas X dan XI.
Semoga dengan adanya video ilustrasi ini bisa memberikan manfaat bagi pendidikan agama Buddha sebagai salah satu sumber belajar.
Motivasi lain dalam pembuatan video ini tentu untuk menambah semangat pelajar Buddhis Kendal dalam belajar Pendidikan Agama Buddha, belajar dengan bermain peran. 
Materi yang di bawakan dalam video ini adalah sub materi pelajaran PAB kelas XI tentang Sila ke-5 yaitu ;

Menghindari Minum Minuman Keras yang Menyebabkan Lemahnya Kesadaran.

 Ada empat faktor untuk dapat disebut mabuk-mabukan
a.    Ada sesuatu yang merupakan Sura, Meraya, atau Majja, yaitu   sesuatu yang membuat nekat, mabuk, tak sadarkan diri, yang  menjadi dasar dari kelengahan dan kecerobohan
b.    Mempunyai keinginan untuk menggunakannya
c.    Menggunakannya
d.    Timbul      gejala    mabuk       atau    sudah     menggunakannya  (meminumnya) hingga masuk melalui tenggorokan

Akibat yang dapat timbul karena melanggar sila kelima
a.    Dalam Avguttara Nikaya, Sutta Pitaka, Sang Buddha Gotama  menekankan betapa besar akibat negatif yang ditimbulkan dari  pemabukan:  ”Duhai  para  bhikkhu,  peminum  minuman  keras  secara  berlebihan  dan  terus-menerus  niscaya  dapat  menyeret  seseorang   dalam   alam   neraka,   alam   binatang,   alam   iblis. 
Akibat paling ringan yang ditanggung oleh mereka yang karena  kebajikan lain, terlahirkan sebagai manusia ialah menjadi orang  gila/sinting”.

b.    Dalam bagian lain, Beliau juga mengatakan: ”Ada tiga macam  hal, duhai para bhikkhu, yang apabila dilakukan tidak pernah  dapat  membuat  kenyang.  Apakah  tiga  macam  hal  itu?  Tiga  macam   hal   itu   ialah   bertiduran,   bermabuk-mabukan,   dan  bersetubuhan”.

c.    Terlahirkan  kembali  sebagai  orang  gila;  tingkat  kesadaran/ kewaspadaannya   rendah;   tidak   memiliki   kecerdasan;   tidak  mempunyai   banyak   pengetahuan;   bersifat   ceroboh;   pikun;  pemalas;      sulit   mencari     pekerjaan;     sukar     memperoleh  kepercayaan orang lain.

Berikut ini videonya :


Video Pembelajaran_Menghindari Mengambil Barang yang Tidak Diberikan

Video Ilustrasi Tentang Pelaksanaan Sila ke-2 Pancasila Buddhis

Saat pengambilan gambar/shooting

Adinnadana veramani sikkhapada samadiyami
Adalah aku bertekad akan melatih diri menghindari dari pencurian. Semua agama juga mengajarkan untuk tidak mencuri. Dalam agama Buddha, mencuri adalah pelanggaran sila kedua. Buddha mengajarkan bahwa akibat mencuri akan membawa penderitaan bagi si pencuri itu sendiri. Hal ini diuraikan jelas di dalam kitab Samyutta Nikaya (III, 15). Ketika beliau berkata kepada para bhikkhu bahwa manusia mencuri akan berakibat: “ia akan terus merampok/ mencuri, hingga saat tindakan tersebut menjadi penyebab kematiannya”.

Jadi si pelaku itu akan terus mencuri, sebelum dia menyesal bahwa pencurian mengakibatkan dia terlahir di alam rendah. Untuk itu dia harus menyadari bahwa mencuri itu adalah perbuatan yang buruk serta melanggar sila.  Akibat melanggar sila adalah si pelaku  terlahir di alam apaya 4.

Suatu pencurian telah terjadi bila terdapat lima faktor, sebagai berikut :
a. Ada sesuatu/barang/benda milik pihak lain
b. Mengetahui bahwa barang itu ada pemiliknya
c. Berpikir untuk mencurinya
d. Berusaha untuk mencurinya
e. Berhasil mengambil barang itu melalui usaha tersebut

Yang dimaksud dengan berhasil melalui usaha itu adalah apabila barang itu telah berpindah dari tempat semula. Misalnya seseorang mengambil handphone, dan handphone itu sudah berpindah dari tempatnya, itu sudah dikatakan mencuri. Contohnya lagi, ketika seseorang mencuri dan tiba-tiba pemiliknya datang, dan kemudian ia mengembalikkan barang tersebut kepada pemiliknya, ia sudah dikatakan mencuri, karena barang tersebut sudah berpindah dari tempatnya. Pelanggaran sila berakibat sangat buruk, sesuai dengan kekuatan kehendak untuk mencuri, nilai barang yang dicuri dan tingkat kemajuan rohani pemiliknya (orang suci).

Bila kita tidak mau kehilangan apa yang kita miliki, kita tidak boleh mengambil barang milik orang lain. Seseorang hendaknya memiliki rasa saling menghargai kepemilikkan orang lain terhadap benda tersebut. Jadi dengan menghargai kepemilikkan orang lain, kita juga menghargai benda yang kita miliki.

Berikut ini videonya :


Video Pembelajaran Kelas 4 SD : "Empat Peristiwa Yang dilihat Pangeran Sidharta"

Materi Pelajaran Kelas IV
Empat Peristiwa Yang Dilihat pangeran Sidharta



1. Peristiwa Pertama dan Kedua
Ketika Pangeran Siddharta menginjak usia 29 tahun, suatu hari muncul  keinginannya untuk mengunjungi Taman Kerajaan. Beliau memerintahkan kusirnya, “Channa, siapkan kereta. Aku akan berkunjung ke Taman Kerajaan.” “Baiklah,” jawab Channa yang segera menyiapkan kereta. Kereta itu ditarik oleh empat ekor kuda berwarna putih bersih. Kecepatannya bagaikan burung garuda, raja segala burung

a. Melihat Orang Tua
Ketika Pangeran sedang berada dalam perjalanan menuju Taman Kerajaan, para Dewa Brahma di alam Suddhavasa berunding, “Waktunya bagi Pangeran Siddharta untuk menjadi Buddha makin dekat. Mari kita perlihatkan pertanda yang akan membuat Pangeran melepaskan keduniawian dan menjadi petapa.” Mereka menyuruh salah satu Dewa Brahma di alam Suddhavasa menyamar sebagai orang tua. Orang tua itu berambut putih, tidak bergigi, punggungnya bungkuk dan berjalan gemetaran menggunakan tongkat. Orang tua itu penjelmaan dewa dan dia tidak dapat dilihat orang lain selain Pangeran Siddharta dan kusirnya.
Saat melihat orang tua, Pangeran bertanya kepada Channa, “Channa, rambut orang itu tidak seperti orang lain, rambutnya semua putih. Badannya juga tidak seperti badan orang lain, giginya tidak ada, badannya kurus kering, punggungnya bungkuk, dan gemetaran. Disebut apakah orang itu?” Channa menjawab, “Yang Mulia, orang seperti itu disebut orang tua.” Pangeran Siddharta belum pernah mendengar kata ‘orang tua’ apalagi melihatnya. Ia bertanya lagi kepada Channa, “Channa, belum pernah Aku melihat yang seperti ini, yang rambutnya putih, tidak
bergigi, begitu kurus, dan gemetaran dengan punggung bungkuk. Apakah artinya orang tua?” Channa menjawab, “Yang Mulia, orang yang telah hidup lama disebut orang tua. Orang tersebut hanya memiliki sisa hidup yang pendek.” Pangeran kemudian bertanya, “Channa, bagaimana itu? Apakah Aku juga akan menjadi orang tua? Apakah Aku tidak dapat mengatasi usia tua?” Channa menjawab, “Yang Mulia, semua, termasuk Anda, juga saya, akan mengalami usia tua. Tidak seorang pun yang dapat mengatasi usia tua.” Pangeran berkata, “Channa, jika semua manusia tidak dapat mengatasi usia tua, Aku juga akan mengalami usia tua. Aku tidak ingin lagi pergi ke Taman Kerajaan dan bersenang-senang. Berbaliklah dari tempat ini dan pulang ke istana.” “Baiklah, Yang Mulia,” jawab Channa.

b. Melihat Orang Sakit
Setelah empat bulan berlalu dalam kemewahan hidup, Pangeran Siddharta pergi lagi mengunjungi Taman Kerajaan. Pangeran Siddharta mengendarai kereta yang ditarik oleh kuda putih seperti sebelumnya. Di perjalanan, Pangeran melihat pertanda yang diciptakan oleh para dewa untuk kedua kalinya. Pangeran melihat orang yang terbaring lemah. Orang itu sangat kesakitan diserang penyakit. Dia hanya dapat duduk dan berbaring jika dibantu oleh orang lain. Dia berbaring lemah di tempat tidurnya dengan ditutupi kotorannya sendiri. Pangeran bertanya kepada kusirnya, “Channa, mata orang itu tidak seperti mata orang lain, terlihat lemah dan goyah. Suaranya juga tidak seperti orang lain, ia terus-menerus menangis. Tubuhnya juga tidak seperti tubuh orang lain. Terlihat seperti kelelahan. Disebut apakah orang seperti itu?” Channa menjawab, “Yang Mulia, orang seperti itu disebut orang sakit’.” Pangeran Siddharta belum pernah melihat orang sakit sebelumnya, bahkan mendengar kata ‘orang sakit’ saja belum pernah. Dia bertanya lagi kepada kusirnya, “Channa, Aku belum pernah melihat orang seperti itu. Duduk dan berbaring harus dibantu oleh orang lain. Tidur di tumpukan kotorannya sendiri dan terus-menerus menjerit. Apakah orang sakit itu? Jelaskanlah kepada-Ku.” Channa menjawab, “Yang Mulia, orang sakit adalah orang yang tidak mengetahui apakah dia akan sembuh atau tidak dari penyakit yang
dideritanya saat ini.” Pangeran bertanya lagi, “Channa, bagaimana ini? Apakah Aku juga bisa sakit? Apakah Aku tidak dapat mengatasi penyakit?” Channa menjawab, “Yang Mulia, kita semua, termasuk Anda juga saya, akan menderita sakit dan tidak seorang pun yang dapat terhindar dari penyakit.” Pangeran berkata, “Channa, jika semua manusia tidak dapat terhindar dari penyakit, Aku juga akan menderita sakit, Aku tidak ingin pergi lagi ke Taman Kerajaan dan bersenang-senang di sana. Berbaliklah dari tempat orang sakit tadi terlihat dan pulang ke istana.” “Baiklah, Yang Mulia,” jawab Channa.

2. Peristiwa Ketiga dan Keempat
Suatu ketika, Pangeran Siddharta tertipu dan tertarik oleh lima kenikmatan indria. Tipuan itu diatur oleh ayah-Nya, Raja Suddhodana. Hal itu untuk menghalang-halangi-Nya melepaskan keduniawian dan menjadi petapa.

a. Melihat Orang Mati
Setelah empat bulan berlalu dalam kemewahan hidup, Pangeran Siddharta pergi lagi mengunjungi Taman Kerajaan. Pangeran mengendarai kereta yang ditarik oleh kuda putih seperti sebelumnya. Di perjalanan Pangeran melihat pertanda yang diciptakan oleh para dewa untuk ketiga kalinya. Saat itu, banyak orang berkumpul. Ada tandu jenazah yang berhiaskan kain berwarna-warni. Pangeran bertanya kepada kusirnya, “Channa, mengapa orang-orang ini berkumpul? Mengapa mereka mempersiapkan tandu yang dihias kain berwarna-warni?” Channa menjawab, “Yang Mulia, orang-orang itu berkumpul dan mempersiapkan sebuah tandu karena ada seseorang yang mati.” Pangeran belum pernah melihat orang mati sebelumnya, bahkan mendengar kata ‘orang mati’ saja belum pernah. Dia bertanya lagi kepada kusirnya, “Channa, jika mereka berkumpul dan mempersiapkan sebuah tandu, antarkan Aku ke tempat orang mati itu.” Si kusir menjawab, “Baiklah, Yang Mulia,” dan mengarahkan keretanya menuju tempat orang mati itu dibaringkan. Ketika Pangeran melihat orang mati itu, Dia bertanya, “Channa, apakah orang mati itu?” Si kusir menjawab, “Yang Mulia, jika seseorang mati, sanak saudaranya tidak akan dapat bertemu dengannya lagi. Dia juga tidak dapat bertemu dengan sanak saudaranya.” Pangeran bertanya lagi, “Channa, bagaimana ini? Apakah Aku juga bisa mati seperti orang itu? Apakah Aku tidak dapat mengatasi kematian? Apakah ayah-Ku, ibu-Ku, dan sanak saudara-Ku tidak dapat bertemu dengan-Ku lagi suatu hari nanti? Apakah Aku juga tidak akan bertemu dengan mereka lagi suatu hari nanti?” Channa menjawab, “Yang Mulia, kita semua, termasuk Anda juga saya, pasti mengalami kematian dan tidak seorang pun yang dapat terhindar dari kematian.” Pangeran berkata, “Channa, jika semua manusia tidak dapat menghindar dari kematian, Aku juga akan mengalami kematian. Aku tidak ingin lagi pergi ke Taman Kerajaan dan bersenang-senang di sana. Berbaliklah dari tempat orang mati ini dan pulang ke istana.” “Baiklah, Yang Mulia,” jawab Channa.

b. Melihat Petapa
Setelah empat bulan berlalu dalam kemewahan hidup, Pangeran Siddharta pergi lagi mengunjungi Taman Kerajaan. Pangeran mengendarai kereta yang ditarik oleh kuda Kanthaka seperti sebelumnya. Di perjalanan itu, Pangeran melihat pertanda yang diciptakan oleh para dewa untuk keempat kalinya. Seorang petapa dengan kepala gundul, janggut dicukur dan mengenakan jubah berwarna kulit kayu. Pangeran berkata. “Channa, kepala orang ini tidak seperti kepala orang-orang lain, kepalanya dicukur bersih dan janggutnya juga tidak ada. Pakaiannya juga tidak seperti pakaian orang-orang lain, berwarna seperti kulit kayu. Disebut apakah orang seperti itu?” Channa menjawab, “Yang Mulia, dia adalah Petapa.”
Pangeran Siddharta bertanya lagi, “Channa, apakah ‘Petapa’ itu? Jelaskanlah kepada-Ku!” Channa menjawab, “Yang Mulia, petapa adalah seseorang yang berpendapat bahwa lebih baik melatih sepuluh kebajikan. Hal itu dimulai dari kedermawanan, telah melepaskan keduniawian dan mengenakan jubah berwarna kulit kayu. Dia adalah seorang yang berpendapat lebih baik melatih sepuluh perbuatan baik yang sesuai kebenaran, bebas dari noda, suci dan murni. Dia adalah seorang yang berpendapat lebih baik tidak melakukan perbuatan yang dapat menyakiti makhluk lain dan berusaha untuk menyejah-terakan makhluk lain.”
Sumber : Buku PAB Kelas 4 SD

Materi di ilustrasikan dalam sebuah video Pembelajaran oleh siswa siswi agama Buddha SDN 2 Plososari Patean. 



Berikut ini videonya :



Semoga bermanfaat


Video Pembelajaran "Faktor-faktor Terjadinya Pembunuhan dan Akibat Membunuh Mahkluk Hidup

Materi Pendidikan Agama Buddha Kelas XI SMA/SMK

Materi : SILA
Sub Materi : Penerapan Pancasila Buddhis dalam kehidupan sehari-hari


Saat Pengambilan gambar

Sila 1 Pancasila Buddhis
Panatipata veramani sikkhapada samadiyami (aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup)

Yaitu aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup. Kita sebagai umat Buddha seharusnya menghindari diri dari pembunuhan makhluk hidup. Kita tidak boleh membunuh baik dari hewan yang paling kecil seperti semut, kutu sampai hewan yang besar.
Suatu pembunuhan telah terjadi apabila terdapat lima faktor, yaitu:
  1. Ada makhluk hidup.
  2. Mengetahui bahwa makhluk itu masih hidup.
  3. Berniat untuk membunuh.
  4. Melakukan usaha untuk membunuh.
  5. Makhluk tersebut meninggal karena usaha itu (Tim Penyusun :2003:29).
Apabila terdapat faktor dalam suatu tindakan pembunuhan, maka telah terjadi pelanggaran sila pertama. Karena sila sangat berpengaruh pada kamma, dan kamma inilah yang akan membawa kemana kita akan terlahir kembali. Untuk itu hindarilah diri kita dari perbuatan pembunuhan. Senantiasa menginginkan kesejahteraan bagi semua makhluk dilandasi dengan rasa cinta kasih. Jadi seorang umat yang melanggar pembunuhan hidupnya tidak tenang, umurnya relatife pendek, dan cenderung memiliki penyakit.
Dalam Samyutta Nikaya (III, 15) Buddha mengajarkan bahwa “pembunuh melahirkan pembunuh”. Di kisahkan seperti cerita dari keturunan Raja Bimbisara. Keturunan Raja Bimbisara ini adalah mereka yang membunuh ayahnya masing-masing. Salah satunya adalah anak dari Raja Bimbisara yaitu Raja Ajatasattu yang membunuh Raja Bimbisara atau ayahnya. Ini adalah kisah singkat mengenai pembunuh melahirkan pembunuh.
Materi tersebut di ilustrasikan dalam sebuah tayangan video oleh siswa siswi SMAN 2 Sukorejo Kendal Jawa Tengah.
Berikut video pembelajaran tersebut :


Semoga bermanfaat.

Video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Kelas 4 SD

Sesuai rencana yang pernah saya tuliskan, pada hari Minggu 28 September 2014, telah dilaksanakan shooting/pengambilan gambar video Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha untuk kelas 4 SD dengan Tema "Masa Remaja Pangeran Sidharta", sub Tema "Tiga Istana pangeran Sidharta". Dalam pembuatan video ini, masih banyak mengalami kekurangan, sehingga hasilnya juga belum maksimal. Perlu diketahui bahwa semua crew pembuatan video ini adalah pelajar Buddhis tingkat SLTP dan SLTA di Kabupaten Kendal,yang baru pertama kali terlibat dalam sebuah pembuatan film/shooting. Memang ini menjadi visi dan misi saya untuk memberikan multi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Buddha, selain mendapat pelajaran teori agama Buddha, juga memberikan pembelajaran yang lain, salah satunya adalah tentang Broadcasting, pembuatan film dan video clip. Hal ini saya lakukan untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi setiap anak didik saya dan meningkatkan kemampuan kreatifitas mereka untuk bisa lebih maju. Hasil yang belum maksimal dapat dilihat dari beberapa adegan yang masih terkesan kaku dan kurang fokus, walau sudah melakukan beberapa kali "take"/pengulangan, juga adanya beberapa "kebocoran", yaitu adanya obyek lain yang tidak seharusnya muncul, namun kena shoot.
Namun demikian bagi saya ini merupakan sebuah karya yang membanggakan karena dapat memotivasi anak didik saya untuk lebih giat dan semangat dalam belajar serta menggali potensi diri.
berikut beberapa foto kegiatan saat pengambilan gambar :
Foto bareng crew dan pemain setelah selesai shooting

Saat pengambilan gambar

Saat pengambilan gambar

Saat pengambilan gambar di vihara
Semoga video ini bermanfaat, dan bisa memberikan inspirasi bagi seiapapun yang melihatnya dan semoga bermanfaat. Tidak lupa saya mohon kritik dan saran, silahkan tulis di ruang komentar atau kirim ke e-mail : widiastiyono@yahoo.com / akangwidi@gmail.com.

Video Profile Kang Widi

Menerima Apresiasi Guru PAB Inovatif Tahun 2025

Menerima Apresiasi Guru PAB Inovatif Tahun 2025
Bersama Menteri Agama RI, Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Subscribe Media Belajar Temanggung

Subscribe Channel SBC Kendal


Sosok Inspiratif Cerdas Berkarakter Tahun 2022

Sosok Inspiratif Cerdas Berkarakter Tahun 2022

Bersama Bupati Kendal dan Kepala Disdik Kab. Kendal

Bersama Bupati Kendal dan Kepala Disdik Kab. Kendal
Menerima Apresiasi atas Prestasi sebagai TOP 6 ASN Inspiratif tahun 2021

52 Terbaik PNS Inspiratif 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018
Bersama Bupati Kendal Ibu dr. Mirna Annisa, M.Si. Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018 Kategori Pegiat Pendidikan
Instagram

Translate

Popular Post

Cara merekam dan mengedit vocal pada Adobe Audition CS-6 Bagian 1

Gambar 1: Halaman Awal Aplikasi Adobe Audition CS-6 S alam Kreatif dan Inovatif, Para pembaca sekalian yang berbahagia, pada k...

Popular Posts