- Mari Terus Belajar, Berinovasi, Berkreasi dan Berkarya -

Kegiatan Orientasi Pengurus Sekolah Minggu Buddha Provinsi Bangka Belitung

Foto bersama panitia dan para peserta setelah selesai sesi

Untuk ketiga kalinya aku menapakkan kaki di pulau Bangka. Kali ini mendapat kesempatan untuk berbagi tentang model model pembelajaran SMB bagi pengurus sekolah Minggu Buddha se provinsi Bangka Belitung.
Penerbangan dari Semarang ke Pangkalpinang lumayan panjang, karena harus transit di Jakarta, di bandara internasional Soekarno Hatta selama kurang-lebih 3.5 jam.



Pukul 16.00 wib, aku sampai di Kota Pangkalpinang dan langsung menuju tempat kegiatan di Hotel Puncak. Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri karena saat sesikku di mulai, peserta begitu antusias dalam menyimak materi yang akku sampaikan.


Pagi harinya sebelum aku datang, sesi diisi oleh nara sumber lkainnya yaitu bapak Dr. Heru Suherman Lim yang sangat luar biasa. Beliau menyampaikan materi Manajemen Sekolah Minggu. Peserta pun sangat antusias dalam sesi ini, terbukti dengan foto foto kkegiatan yang berlangsung. Berikut ini adalah foto-foto kegiatan pada saat sesi Dr. Heru Suherman Lim:





Dr. Heru SUherman Lim foto bersama peserta setelah selesai sesi materi





Kegiatan ini adalah untuk peningkatan kualitas Sekolah Minggu Buddha di provinsi Bangka Belitung dengan harapan pengelolaan Sekolah Minggu Buddha semakin maju dan semakin berkembang menjadi lebih baik.


Orientasi Guru Pendidikan Agama Buddha Provinsi Bangka Belitung di Pangkalpinang

Taman di dalam gedung terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta
Salam kreatif dan inovatif ,
Merupakan suatu hal yang sangat luar biasa bagiku, dalam satu minggu melakukan perjalanan dinas di dua kota untuk 3 kegiatan secara beruntun. Dimulai pada hari Selasa, 07 Maret 2017, aku mengawali perjalan. Dari rumah melalui Semarang, bandara Ahmad Yani menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung. Dari Semarang harus transit dulu di Badara Soekarno Hatta, tepatnya di terminal 3 Ultimate, yang merupakan ruang tunggu bagi penumpang Garuda Indonesia Airways. Masuk keruang laporan transit kita akan disuguhi tampilan taman di dalam gedung yang sunguh indah dan tertata rapi. Setelah laporan di counter transit, aku tidak langsung menuju keruang tunggu di klantai du, namun duduk duduk dulu di sekkitar taman yang memang disediakan tempat duduk untuk melepas kepenatan setelah melakukan penerbangan. Memang agak sedikit santai, karena, jeda waktu transit yang cukup panjang yaitu sekitar 4 jam. 

Garbarata, lorong keluar dari pesawat menuju pintu keluar

Masuk gedung terminal 3 Ultimate

Mendapat fasilitas penjemputan dengan mobil mini menuju pintu keluar bagi yang membutuhkan

Sopir mobil mini-nya cewek lho, cantik dan ramah
Setelah aku merasa cukup istirahat di taman, akhirnya aku lanjutkan menuju ruang tunggu di lantai 2, sebelum masuk, ada pemeriksaan keamanan klebih dulu. Dan semua berjalan lancar, aku langsung mencari tempat dudukk yang longgal untuk beristirahat. Di ruang tunggu lantai 2 ini, memiliki banyak pintu keberangkatan, sekitar ada 18 atau 20an pintu dan kebetulan pintu keberangkatan untuk yang aku tuju, pas ada di pintu keluar setelah pemerikksaan keamanan, yaitu pintu 13. Namun tidak usah kawatir jika pintu keberangkatan anda cukkup jauh, sudah ada mbak mbak cantik dengan mobil mininya siap mengantar anda.

Setelah kurang lebih 4 jam menunggu, tiba saatnya aku harus melanjutkan perjalanan. Persiapan boarding mulai sekitar pukul 15.50 wib. Penerbangan menuju Pangkalpinan berjalan cukup lancar, walau ada sedikit guncangan karena cuaca agakk kurang bagus menjelang pendaratan. Tiba di Pangkalpinang, di bandara Depati Amir sekitar pukul 16.30 wib dan sudah ditunggu oleh staff pembimas, Mas Eko,

Gedung terminal bandara Depati Amir - Pangkalpinang

Bersama Mas Eko, staff Pembimas Buddha Provinsi Bangka Belitung

Berfoto di depan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bangka Belitung

Berfoto di depan Kantor Gubernur Provinsi Bangka Belitung

Bertemu dengan teman lama, steklah -+20 tahun tidakk bertemu, mas Sairin dan mas Kasiran

Perkenalan, dipandu oleh moderator
Sungguh ini adalah momen yang luar biasa, dan merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku bisa kketemu langsung dengan teman-teman guru Pendidikan Agama Buddha di provinsi Bangka Belitung. Kesempatan yang belum tentu bisa di dapat setiap waktu. Hanya sekedar berbagi pengalaman kepada mereka.  Namun antusiasme mereka dalam mengikuti sesiku adalah hal yang membahagiakan. 

Dan disinilah aku ketemu kembali dengan temanku yang merupakan adik tingkat semasa kuliah di STAB Mpu Tantular Banyumas dulu, setelah -+20 tahunan tidak bertemu, mas Sairin yang juga bersama kakaknya, mas Kasiran.

Diantara mereka memang belum banyak yang aku kenal sebelumnya, namun beberapa diantara mereka telah mengenalku melalui sosial media.
Para peserta orientasi

Para peserta orientasi

Menyampaikan materi : Menjadi Guru Inspirasi, inovatif, kreatif dan berprestasi
Dalam kegiatan Orientasi ini aku menyampaikan materi "Menjadi Guru Inspiratif, Inovatif, Kreatif dan Berprestasi". Bagi teman-teman yang mendapatkkan materi tersebut silahkan klik disini. Semoga bermanfaat.
Menyampaikan materi : Menjadi Guru Inspirasi, inovatif, kreatif dan berprestasi

Menyampaikan materi : Menjadi Guru Inspirasi, inovatif, kreatif dan berprestasi


Semoga sharing pengalaman ini mampu menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya teman-teman guru Pendidikan Agama Buddha di Bangka belitung. Mohon maaf atas segala kekurangan dan tidak ada waktu untuk berlama-lama bersama teman teman, karena waktu sudah malam kakrena esok paginya aku harus melanjutkan perjalanan menuju ke Surabaya untuk mengikuti Bimtek Penyegaran Instruktur Kurikulum Nasional. Semoga ada kesempatan lain untuk kembali sharing.

Majulah Pendidikan Agama Buddha,
Majulah Pendidikan Indonesia,
Salam Sukses!
Salam kreatif dan inovatif!

Langkah - langkah Menyusun Media Pembelajaran - Berbagi pengalaman kepada guru - guru Agama Buddha se-Kab. Temanggung

Peserta Orientasi 
Salam Kreatif dan Inovatif,
Berlokasi di Kota Magelang Jawa Tengah kegi atan Orientasi Guru Agama Buddha Kabupaten Temanggung Jawa Tengah dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 14 - 17 Juli 2016. Pada saat bersamaan saya juga mengisi kegiatan di SMK Negeri 2 Purbalingga, sehingga memerlukan energi yang sangat luar biasa untuk sampai di Kota Magelang, karena saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam.  Siang tanggal 16 Juli 2016 pukul 14.00 wib saya meninggalkan kota Purbalingga menuju Kota Magelang, da tiba di kota Magelang pukul 18.15 wib, langsung mandi dan makan malam kemudian langsung mulai kegiatan pada pukul 19.30 wib sampai pukul 21.30 wib.

Materi yang saya sampaikan adalah tentang Langkah-langkah menyusun Media Pembelajaran seperti berikut ini :
  • Langkah-Langkah Pembuatan Media Pembelajaran
Menurut Drs. Rahmat, Ph.D, 2010 dalam bukunya Media Pembelajaran Suatu Pengantar, beliau memaparkan langkah-langkah pembuatan media pembelajaran sebagai berikut:

1. Membuat ide/gagasan/pemikiran
2. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
3. Merumuskan tujuan
4. Menentukan kerangka isi bahan pelajaran
5. Menentukan jenis media
6. Menentukan treatmen dan partisipasi siswa
7. Membuat skets/story board
8. Menentukan bahan / alat yang digunakan
9. Pelaksanaan pembuatan media
10. Penyuntingan
11. Uji coba (jika mungkin dilakukan)
12. Melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi

Dalam konteks berlangsungnya proses belajar dengan segala dinamikanya, media mempunyai fungsi atau peran untuk menghindari hambatan atau gangguan komunikasi dalam poroses kegiatan belajar mengajar. Secara garis besar peranan media yang dimaksud antara lain: (1) Menghindari terjadinya verbalisme (2) Membangkitkan minat atau motivasi siswa; (3) Menarik perhatian siswa; (4) Mengatasi keterbatasan: ruang, waktu, dan ukuran; (5) Mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar: dan (6) Mengefektifkan pemberian rangsangan untuk belajar. 

Sedangkan secara lebih terinci bahwa salah satu hambatan komunikasi yang bisa dipecahkan melalui penggunaan media dalam proses belajar mengajar adalah: perhatian yang tidak terpusat. Hal ini diantaranya disebabkan oleh: a) Anak memang tidak ingin memusatkan perhatian (gangguan fisik); b) Ingatan anak yang lebih terpaku pada hal lain yang lebih menarik perhatian mereka; c) Anak melamun atau menghayal; d) Prosedur penyampaian bahan pengajaran yang membosankan; e) Sumber informasi tunggal tanpa variasi; f) Kurang adanya pengawasan dan bimbingan dari guru yang sedang mengajar.

Adapun materi tambahan lain adalah 7 langkah mudah menyusun Multimedia Pembelajaran, yaitu :

  • 7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran
1. TENTUKAN JENIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat itu apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah. Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua:

    Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.
    Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saya masih belum bisa nemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.

2. TENTUKAN TEMA MATERI AJAR
Ambil tema bahan ajar yang menurut kita sangat membantu  meningkatkan pemahaman ke siswa dan menarik bila kita gunakan multimedia. Ingat bahwa tujuan utama kita membuat multimedia pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa. Jangan terjebak ke memindahkan buku ke media digital, karena ini malah mempersulit siswa. Ketika guru biologi ingin menggambarkan sebuah jenis tumbuhan supaya bisa dipahami siswa, dan itu sulit ternyata dilakukan (karena guru tidak bisa nggambar di komputer, dsb), maka ya jangan dilakukan 😉Alangkah lebih baik apabila pohon tersebut dibawa saja langsung ke depan kelas. Ini salah satu contoh bagaimana media pembelajaran itu sebenarnya tidak harus dengan teknologi informasi. Dalam sertifikasi guru, pemanfaatan media pembelajaran seperti pohon itu, atau kecoak dikeringkan, dsb tetap mendapatkan poin penilaian yang signifikan.

3. SUSUN ALUR CERITA (STORYBOARD)
Susun alur cerita atau storyboard yang memberi gambaran seperti apa materi ajar akan disampaikan. Jangan beranggapan bahwa storyboard itu hal yang susah, bahkan point-point saja asalkan bisa memberi desain besar bagaimana materi diajarkan sudah lebih dari cukup. Cara membuatnya juga cukup dengan software pengolah kata maupun spreadsheet yang kita kuasai, tidak perlu muluk-muluk menggunakan aplikasi pembuat storyboard professional. Untuk storyboard sederhana, saya berikan contoh karya pak ismudji  dari SMA Bontang, Kaltim (ismudji-storyboard.pdf). Sedangkan yang agak kompleks, bisa dilihat dari yang dibuat teman-teman di Brainmatics dan IlmuKomputer.Com untuk konten Rekayasa Perangkat Lunak (rpl-storyboard.pdf)

4. MULAI BUAT SEKARANG JUGA!
Jangan menunda atau mengulur waktu lagi, buat sekarang juga! Siapkan Openoffice Impress atau Microsoft PowerPoint anda. Mulai buat slide pertama, isikan bahan ajar yang ingin anda multimedia-kan. Terus masukkan bahan ajar anda di slide slide berikutnya, mulai mainkan image, link dengan gambar, suara dan video yang bisa kita peroleh dengan gampang di Internet. Bisa juga memanfaatkan situs howstuffworks.com untuk mencari ide 🙂 Jangan lupa juga bahwa banyak pemenang-pemenang lomba pengembangan multimedia pembelajaran yang hanya bermodal Openoffice Impress atau PowerPoint sudah cukup membuat karya yang berkualitas tinggi. Gambar disamping saya ambil dari karya pak Teopilus Malatuni, guru SMAN 1 Kaimana Papua Barat yang dibuat dengan tool sederhana, bisa mendapatkan skor signifikan di lomba dikmenum tahun 2007. Kuncinya adalah tekun, sabar dan pantang menyerah. Tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa didapat secara instan, semua melewati proses panjang.

5. GUNAKAN TEKNIK ATM
Terapkan metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi). Usahakan sering melihat contoh-contoh yang sudah ada untuk membangkitkan ide. Gunakan logo, icon dan image yang tersedia secara default. Apabila masih kurang puas:

    Cari dari berbagai sumber
    Buat sendiri apabila mampu

Saya berikan contoh bagaimana perdjoeangan mas Heru Suseno, guru fisika dari SMA Negeri 2 Madiun. Mas Heru ini dengan seriusnya menerapkan ATM dengan mencoba meniru tampilan Microsoft Encarta di tahun 2006. Tahun 2007 beliau sudah berhasil memperbaiki dan memodifikasi karya untuk selevel Encarta, tapi sudah tidak nyontek Encarta lagi 🙂

6. TETAPKAN TARGET
Jaga keseriusan proses belajar dengan membuat target pribadi, misalnya untuk mengikuti lomba, memenangkan award, menyiapkan produk untuk dijual, atau deadline jadwal mengajar di kelas. Target perlu supaya proses belajar membuat multimedia pembelajaran terjaga dan bisa berjalan secara kontinyu alias tidak putus di tengah jalan. Untuk lomba dan award, paling tidak di Indonesia ada berbagai event nasional yang bisa kita jadikan target. Balai pengembangan multimedia dan dinas pendidikan nasional di berbagai daerah saat ini saya lihat mulai marak menyelenggarakan berbagai event lomba di tingkat lokal.

7. INGAT TERUS TIGA RESEP DARI SUCCESS STORY
Dari pengalaman menjadi juri lomba di berbagai event, saya lihat kesuksesan bapak ibu guru dalam mengembangkan multimedia pembelajaran bukan dari kelengkapan infrastruktur atau berlimpahnya budget yang dimiliki, tapi justru dari ketiga hal ini:

    Berani mencoba dan mencoba lagi
    Belajar mandiri (otodidak) dari buku-buku yang ada (perlu investasi membeli buku)
    Tekun dan tidak menyerah meskipun peralatan terbatas.

(Sumber: Romy Satrio Wibowo)

Ice Breaking - Senam Otak
Ice Breaking - Senam Otak
Jalan jalan di Alun alun Kota Magelang
Foto di teras kamar berlatar belakang pegunungan

Bersambung...

Workshop Media Pembelajaran Guru SMB Prop Jateng...

Video Profile Kang Widi

Menerima Apresiasi Guru PAB Inovatif Tahun 2025

Menerima Apresiasi Guru PAB Inovatif Tahun 2025
Bersama Menteri Agama RI, Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Subscribe Media Belajar Temanggung

Subscribe Channel SBC Kendal


Sosok Inspiratif Cerdas Berkarakter Tahun 2022

Sosok Inspiratif Cerdas Berkarakter Tahun 2022

Bersama Bupati Kendal dan Kepala Disdik Kab. Kendal

Bersama Bupati Kendal dan Kepala Disdik Kab. Kendal
Menerima Apresiasi atas Prestasi sebagai TOP 6 ASN Inspiratif tahun 2021

52 Terbaik PNS Inspiratif 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018
Bersama Bupati Kendal Ibu dr. Mirna Annisa, M.Si. Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018 Kategori Pegiat Pendidikan
Instagram

Translate

Popular Post

Cara merekam dan mengedit vocal pada Adobe Audition CS-6 Bagian 1

Gambar 1: Halaman Awal Aplikasi Adobe Audition CS-6 S alam Kreatif dan Inovatif, Para pembaca sekalian yang berbahagia, pada k...

Popular Posts