- Mari Terus Belajar, Berinovasi, Berkreasi dan Berkarya -

Lambang-lambang Buddhis

Berikut ini merupakan lambang - lambang Buddhis, silahkan klik pada gambar atau tulisan untuk penjelasan dari masing masing lambang.

Arca Buddha - Buddha-Rupang


Stupa


Cakra - Roda Dhamma

Bunga Teratai


Pohon Bodhi


Jejak Kaki Buddha - Siripada


Bendera Buddhis


Genta/Lonceng

Ikuti setiap perkembangan pendidikan Agama Buddha dengan; 


Genta/Lonceng - Lambang-lambang Buddhis


Genta atau lonceng mengandung pengertian bahwa kehidupan setiap mahkluk berlangsung terus-menerus mengikuti waktu tanpa henti, dengan berkumandangnya suara genta itulah mengingatkan umat Buddha akan hal tersebut.

Selesai Lambang-lambang Buddhis

Air - Lambang-lambang Buddhis


Air akan selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat ke tempat yang lebih rendah, sehingga di lambangkan sebagai rasa rendah hati atau tidak sombong. Juga melambangkan kesucian diri, seperti sihat air yang bisa membersihkan noda-noda. Air juga merupakan sumber kehidupan.



Swastika - Lambang-lambang Buddhis




Swastika digambarkan berupa dua garis bersilangan tegak lurus dengan siku-siku pada keempat ujungnya membentuk sudut yang arahnya berputar.

Swastika Buddhis berlawanan arah dengan jarum jam, kebalikan dari Hindu atau yang dipakai Nazi. Swastika Buddhis melambangakan penyangkalan terhadap keduniawian, untuk bisa bahagia kita harus melawan arus keduniawian yaitu mengurangi keinginan yang tidak bermanfaat. Kata Swasti (Sanskerta) atau Suwatthi (Pali) berarti Selamat sejahtera.






















Dupa/Hio - Lambang-lambang Buddhis

Image result for makna Dupa/hio dalam agama buddha

Dupa yang harum mewangi akan tersebar ke segenap penjuru arah, demikian juga dengan nama harum seseorang akan menyebar ke seluruh penjuru. Namun harumnya Dupa tidak bisa melawan arah angin, Hanya kkebaikan dan nama baik yang bisa melawan arah angin.



Lilin - Lambang-lambang Buddhis

Image result for makna lilin dalam agama buddha

Lilin merupakan symbol dari penerangan yang menerangi jalan yang akan di lalui siapa saja untuk mencapai tujuan.Lilinjuga melambangkan suatu pengorbanan diri yang tulus ,sebagaimana dapat di lihat dengan nyata ,lilin yang disulut dan meleleh ,merelakan tubuhnya habis terbakar untuk memberikan penerangan . Lilin juga merupakan lambang dari kehidupan yang pada suatu ketika akan padam (mati)seperti padamnya lilin yng telah habis terbakar 


Bendera Buddhis - Lambang-lambang Buddhis

Image result for Bendera Buddhis


Bendera Buddhis dirancang oleh Henry S.Olcoot,   kolonel kebangsaan Amerika yang beragama Buddha tahun 1888 dan di akui sebagai lambang pemersatu umat Buddha sedunia. Terinspirasi dari warna sinar tubuh (aura) Buddha masing-masing warna seperti pada gambar, memiliki arti. Di Indonesia  warna Biru melambangkan Bhakti, Kuning : Kebijaksanaan, Merah : CInta Kasih, Putih : Kesucian, Jingga : Semangat dan warna campuran melambangkan gabungan dari kelima sifat tersebut.
Warna-warni pada bendera Buddhis adalah warna biru, kuning, merah, putih, dan jingga atau merah muda yang disusun secara vertikal, ditambah garis vertikal keenam yang terdiri dari lima warna yang disusun horizontal. Setiap warna mempunyai arti berbeda. Warna-warni horizontal melambangkan perdamaian abadi dari ras-ras yang ada di dunia dan keharmonisan dalam kehidupan bersama. Warna vertikal melambangkan perdamaian dunia.
Image result for makna Bendera Buddhis
Makna bendera Buddhis adalah tidak adanya diskriminasi ras maupun kebangsaan, kedaerahan, atau warna kulit, bahwa semua makhluk berpotensi mencapai kesucian menjadi Buddha dan memiliki karakteristik kebuddhaan.
 Makna Panji Buddhis Enam Warna atau Sadvarna Dvhaja:
1.    Biru (Nīla) dari warna rambut Sang Buddha melambangkan bakti atau pengabdian,
2.    Kuning emas (Pīta) dari warna kulit Sang Buddha melambangkan kebijaksanaan,
3.    Merah tua (Lohita) dari warna darah Sang Buddha melambang cinta kasih,
4.    Putih (Odāta) dari warna tulang dan gigi Sang Buddha melambang kesucian,
5.    Jingga (Manjesta) dari warna telapak tangan, kaki dan bibir Sang Buddha yang melambangkan semangat,
6.    Gabungan kelima warna di atas (Prabhasvara) melambangkan gabungan kelima faktor yang tersebut di atas (makna sebenarnya istilah Prabhasvara adalah bersinar sangat terang atau cemerlang).

Bunga Teratai - Lambang-lambang Buddhis


Dalam Buddhisme, teratai (lotus) dikatakan mewakili prinsip hukum sebab dan akibat, dimana setiap tindakan atau pikiran menyebabkan efek, yang dapat dialami baik dalam kehidupan ini atau di kehidupan yang akan datang. Bunga teratai (lotus) ini dapat muncul dari kolam yang kotor, tapi masih tetap tak tersentuh dan ternoda oleh kotoran dan lumpur di sekitar kolam. Hal yang unik dari bunga ini diyakini melambangkan semangat, kelahiran kembali, kecantikan, kesuburan, dan kebangkitan. Bunga teratai (lotus) membentuk prinsip­prinsip dari 8 jalan Buddhis, salah satu ajaran tertinggi Sang Buddha. Bunga teratai (lotus) mengangkat dirinya sendiri ke atas air yang berlumpur, yang merupakan lambang mencapai pencerahan spiritual. Meskipun akarnya di dalam lumpur, teratai (lotus) tumbuh ke atas, dan naik menuju cahaya. Dengan kata lain, itu merupakan perjalanan dari kegelapan ke arah terang yang penuh pengetahuan atau kebijaksanaan, Om mani padme hum.
 Related image

Warna­-warna yang berbeda dari teratai (lotus) memiliki simbolisme spiritual dalam Buddhisme. Teratai (lotus) merah muda adalah teratai (lotus) tertinggi, yang menunjukkan pencerahan tertinggi dan berhubungan dengan Buddha, teratai (lotus) biru melambangkan kebijaksanaan, teratai (lotus) putih diartikan kesempurnaan spiritual, dan teratai (lotus) merah melambangkan hati. Menurut mitos, Sang Buddha muncul secara ajaib dari teratai (lotus). Beberapa legenda juga mengatakan bahwa bunga teratai (lotus) muncul di setiap tempat di mana Sang Buddha menapakkan kakinya.

Related image

Teratai melambangkan kesucian, hidup di kolam berlumpur tetapi teratai menghasilkan bunga yang begitu indah yang tak ternoda oleh lumpur. Bunga teratai tidak terpengaruh oleh lingkungannya yang kotor, ia tetap indah dan bersih maka kita harus mencontoh sifat teratai ini.

Kadang kita dikelilingi oleh lingkungan dan teman-teman yang jahat, tidak suka berbuat baik, kikir, tidak gemar berdana, malas belajar, dan sebagainya. Namun hendaknya kita tidak terpengaruh oleh mereka. Ibarat terati kita harus menjadi baik dimana pun kita berada.

Pohon Boddhi - Lambang-lambang Buddhis

Image result for makna pohon Bodhi dalam agama buddha

Pohon Boddhi sesungguhnya adalah pohon Asattha (Ficus Religiosa), disebut pohon Boddhi karena di bawah pohon inilah pertapa Gotama menjadi Buddha. Boddhi artinya “pencerahan”.  Karena melambangkan pencerahan Buddha, pohon Boddhi menjadi obyek penghormatan secara luas sampai hari ini.

Image result for makna pohon Bodhi dalam agama buddha

Pohon "Mahabodhi" juga dikenal sebagai Bo (dari bahasa Sinhalese) dan pohon peepal di Nepal dan Bhutan, adalah sebuah pohon yang besar dan tua dari spesies Ficus religiosa (bahasa Inggris: Sacred Fig) yang terletak di kota Bodh Gaya, sekitar 100 km (62 mi) dari Patna, di negara bagian Bihar, India. Di bawah pohon ini Siddhartha Gautama, guru rohani yang kemudian dikenal sebagai "Gautama Buddha", dikatakan bersemedi sampai menerima pencerahan (enlightenment), atau Bodhi. Dalam ikonografi agamawi, pohon Bodhi dikenali dari daunnya yang berbentuk hati, dan biasanya ditunjukkan dengan nyata. 

Cakra - Lambang-lambang Buddhis

 

Cakra atau sering disebut Roda Dhamma, digambarkan dengan roda berjari-jari delapan. Dalam bahasa Sanskerta disebut Dharmacakra. Roda Dhamma melambangkan ajaran Buddha. Delapan jari-jari melambangkan Jalan Mulia berunsur Delapan yang terdiri dari:
  1. Pandangan benar
  2. Pemikiran benar
  3. Perkataan benar
  4. Perbuatan benar
  5. Penghidupan benar 
  6. Pengupayaan benar
  7. Penyadaran benar
  8. Pemusatan benar

Roda Dhamma - Cakra

Dharmacakra melambangkan ajaran kebenaran (dharma) dari Buddha Gautama, jalan yang menuntun kepada Nirvana/Nibbana, sejak zaman Buddhisme awal.
Dharmacakra mengajarkan bahwa kebenaran itu seperti lingkaran atau roda dari sebab dan akibat.[3]Artinya, sebab yang satu timbul dari sebab yang lainnya. Dharmacakra disebut juga Catur Arya dan Bhawa Cakra. Ini merupakan ajaran pokok Buddha. Memutarkan roda dharmacaraka berarti memutarkan roda sebab-akibat. Ajaran ini termasuk dalam ajaran pertama Buddha ketika menyebarkan dharmanya. Catur Arya mengandung empat ajaran luhur : Hidup adalah penderitaan, penderitaan berasal dari suatu sebab, sebab penderitaan dapat dimusnahkan, ada jalan untuk melenyapkan sebab-sebab penderitaan. Hukum roda kebenaran ini disebut hukum Pratica Samuppada.[3] Hidup saat ini adalah akibat dari masa lalu. Sementara hidup sekarang ini akan menjadi sebab bagi kehidupan yang akan datang. Munculnya ajaran ini dihubungkan dengan peristiwa pemutaran Roda Dharma yang dilakukan oleh Buddha. Paling tidak 3 kali Buddha memutar Roda Dharma, yaitu ketika ajaran Buddha dijadikan dasar untuk aliran Hinayana, saat ajaran Mahayana mulai dikembangkan, dan sewaktu ajaran Tantrayana mulai disebarluaskan.

Stupa - Lambang-lambang Buddhis




Adalah bangunan yang bentuknya menyerupai genta atau kubah, tempat menyimpan relik Buddha atau orang suci. Relik adalah sisa tubuh orang yang telah mencapai kesucian bila telah di kremasi bentuknya seperti batu. Buddha menyatakan bahwa dengan mendirikan stupa, mengingatkan orang kepada Buddha sehingga timbul ketenangan dan kebahagiaan. Stupa menjadi lambang pencerahan. (Pagoda maksudnya sama dengan stupa)


Di India kuno, bangunan stupa digunakan sebagai makam, tempat menyimpan abu kalangan bangsawan atau tokoh tertentu. Di kalangan Buddha, stupa menjadi tempat menyimpan abu sang buddha sendiri. Setelah wafat lalu dikremasi, abu buddha disimpan dalam delapan stupa terpisah yang didirikan di India Utara.
Dalam perkembangannya, stupa menjadi lambang Buddhisme itu sendiri. Semasa pemerintahan Ashoka, dibangun banyak stupa untuk menanandakan kedudukan Budddha sebagai agama utama di India. Demikian pula di Asia Timur dan Asia Tenggara, stupa didirikan sebagai bukti pengakuan terhadap Buddhisme di wilayah yang bersangkutan. Bagi kita sekarang, stupa dapat menjadi petunjuk seberapa luas Buddhime tersebar di suatu wilayah.
Sebagai lambang peerjalanan sang Budddha masuk ke nirwana, bangunan terdiri atas 3 bagian, yaitu andah, yanthra, dan cakra. Pembagian dan maknanya tidak jauh berbeda dengan candi.



Bangunan stupa di Indonesia memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan di India maupun di Asia Timur. Di tempat lain banyak bangunan stupa yang berdiri sendiri. Sedangkan di Indonesia, lebih sering dijumpai bangunan stupa yang menjadi bagian candi, seperti Candi Mendut, Candi Borobudur, Candi Jawi.


Buddha Rupang - Lambang-lambang Buddhis



Buddha-rupang merupakan simbol atau gambaran Buddha sebagai sarana puja bhakti. Sebutan rupang mengandung arti “bentuk materi yang dapat tercerai berai.
Temuan arca Buddha yang paling tua berasal dari penggalian di Peshawar, India Utara tertanggal tahun pertama pemerintahan Raja Kanishka (78 M).


Buddha-rupang maupun gambar Buddha dapat dianggap seperti sebuah potret seseorang yang kita kagumi dan kita cintai. Pada saat melihatnya timbul ketenangan, menguatkan ingatan kita kepada yang bersangkutan. Kita memberi hormat di depan arca Buddha sebagai unngkapan syukur dan terimakasih atas jasa-jasa Buddha yang telah mengajarkan kebenaran dan sebagai obyek konsentrasi.

Dapat kita jumpai banyak sekali model-model dan posisi Buddha-rupang dari berbagai negara, berikkut ini beberapa contoh Buddha-rupang;










Next: Stupa

Video Profile Kang Widi

Menerima Apresiasi Guru PAB Inovatif Tahun 2025

Menerima Apresiasi Guru PAB Inovatif Tahun 2025
Bersama Menteri Agama RI, Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Subscribe Media Belajar Temanggung

Subscribe Channel SBC Kendal


Sosok Inspiratif Cerdas Berkarakter Tahun 2022

Sosok Inspiratif Cerdas Berkarakter Tahun 2022

Bersama Bupati Kendal dan Kepala Disdik Kab. Kendal

Bersama Bupati Kendal dan Kepala Disdik Kab. Kendal
Menerima Apresiasi atas Prestasi sebagai TOP 6 ASN Inspiratif tahun 2021

52 Terbaik PNS Inspiratif 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018

Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018
Bersama Bupati Kendal Ibu dr. Mirna Annisa, M.Si. Menerima Anugerah Bupati Kendal Award 2018 Kategori Pegiat Pendidikan
Instagram

Translate

Popular Post

Cara merekam dan mengedit vocal pada Adobe Audition CS-6 Bagian 1

Gambar 1: Halaman Awal Aplikasi Adobe Audition CS-6 S alam Kreatif dan Inovatif, Para pembaca sekalian yang berbahagia, pada k...

Popular Posts