- Mari Terus Berkarya, Berkreasi dan Berinovasi -
Home » , , » Hadiah Terindah - Hadiah Kata

Hadiah Terindah - Hadiah Kata

Menghadiahkan kata-kata menghibur yang memberi dorongan, sama berhaganya dengan memberi obat paling mujarab atau sama harganya dengan memberi materi kebutuhan.
Pada saat berkomunikasi, seharusnya kita belajar mengajukan pertanyaan yang sesuai, dengan seksama banyak mendengar. Lebih baik sedikit berbicara daripada banyak bicara yang tidak bermanfaat, lebih baik lagi bicara yang bermanfaat daripada sedikit bicara.
Seorang pendengar yang baik, belajar dari sudut pandang orang lain, barulah dapat mengucapkan kata-kata yang baik dan terarah.
Biar bagaimana-pun sepatah kata yang baik, setidaknya akan di ingat beberapa saat bagi orang yang mendengarkannya.
Dengan semakin banyak mengucapkan kata-kata yang mengandung kebaikan, maka semakin banyak orang berteman dengan kita, lingkungan kehidupan juga akan semakin luas dan cerah. Dengan kata lain kita sudah terlepas dari ikatan dan kurungan, telah berubah menjadi lebih mengerti orang lain.
….
Kepercayaan merupakan pelumas hubungan anatara manusia, kecurigaan merupakan duri yang menusuk diantaranya.
Dalam hubungan antara manusia sedapat mungkin, lebih baik kita banyak mendengarkan daripada banyak berbicara. Suasana akan tercipta harmonis apabila kita mau sedikit sabar mendengarkan dengan seksama.
Mendengar pembicaraan sebenarnya memperkaya diri. Orang yang takut mendengar pembicaran, karena ia tidak bisa menjamin dirinya menerima hal-hal yang baru. Konseb semacam ini telah mengedap pengetahuan, dan kehilangan keberanian dalam menghadapi tantangan.
….
Orang yang berhasil mencapai kariernya sebanding dengan besarnya tekanan yang ia alami. Tekanan yang ia alami tidak bisa ditunjukan sekehendak hati. Mungkin kita semua mengangumi prestasi yang ia capai, tetapi kita tidak mengetahui kerisauan hati dan perasaan waswas yang ia alami. Sebenarnya ia membutuhkan pendengar yang tulus daripada pujian.
Sesunggunya bukan hanya bagi orang yang terjerumus dalam kerisauan saja membutuhkan pendengar seksama, tapi bagi orang yang sedang dalam keadaan setabil-pun membutuhkannya. Seperti seorang pasian menghela napas panjang dengan perasaan puas dan berkata anda seorang dokter yang baik, melalui bingbingan anda, saya merasa lebih baik. Sebenarnya dokter tidak mengatakan apapun, karena sang dokter tahu yang dibutuhkan pasian bukanlah pengobatan, tapi pasian hanya membutuhkan seorang yang bisa mendengarkan segala kirisauan hatinya.
Jadi setiap orang dalam tahap tertentu mempunya hasrat mencurahkan segala perasaan hatinya, membutuhkan seorang baik dan simpati untuk mendengarkannya.
Hanya orang Egoi dan angkuh saja yang tidak mau melepaskan kerisauan hatinya, dan dengan segala cara menutupi kekurangan dan kelemahan dalam dirinya.
…..
Orang yang menjaga ucapannya tidak akan mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat atau asal-asalan. Orang yang bijaksana, selain kecerdasannya didasari pada moral yang baik, ia juga menghormati dan menghargai orang lain, serta berhati lapang penuh toleransi dan penuh kepercayaan, tetapi orang tercela tidak mementingkan moral, bersikap tidak konsisten dan menganggap diri sendiri lebih unggul.
Sangat jelas sekali seorang yang memiliki karakter mulia, pasti memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti, percaya diri, mandiri, bertanggung-jawab, sabar, berhati-hati, rela berkorban, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, tekun, ulet/gigih, teliti, berpikir positif, disiplin, bersemangat, dinamis, hemat, menghargai waktu, pengendalian diri, ramah, sportif, tabah, terbuka, tertip, kerendahan hati, berbuat yang terbaik.
…..
Menyemangati orang lain merupakan seni dalam bergaul, juga sebagai kebaikan menjadi seorang yang tulus. Sedangkan orang yang disemagati penuh dengan rasa beryukur di dalam hati, dan balasannya justru merupakan balasan terbaik bagi si penyemangat.
Guru menyemagati muridnya, maka muridnya akan semakin bersemangat. Orang tua menyemangati anaknya, maka anaknya akan semakin berbakti. Atasan menyemagati bawahannya, maka bawahannya semakin menunaikan tugasnya. Suami-istri saling menyemagati, maka keluarga semakin harmonis.
Orang yang bersimpati, bersikap ramah, pendengar yang seksama, tidak heran kalau mempunyai banyak teman. Dengan kata lain banyak teman berarti orang lain merasa senang dekat dengan kita, mereka merasa mudah mendapatkan simpati, pengertian, kenyamanan dari diri kita. Dengan kata lain bisa mempunyai banyak teman berawal dari mempersembahkan. Jika kita tidak sudi memberikan kehangatan kepada orang lain, maka kita juga jangan mengharapkan sinar terang dari pihak lain.

Sebenarnya mendengarkan curahan hati orang lain dengan penuh perhatian, bukan hanya simpati dan memahami, juga bukan pengorbanan secara sepihak. Pengalaman hidup setiap orang merupakan pelajaran yang berlimpah, bisa menyediakan nutrisi bagi kita untuk diserap, dengan demikian akan mengingatkan diri kita untuk bisa menghindari noda lumpur di depan perjalanan hidup kita.
Kita harus pandai mendekati dan menyemangati orang lain, belajar untuk mendengarkan perkataan orang lain, terhadap teman, orang tua, saudara, anak, suami atau istri, atasan atau bawahan, majikan atau pekerja, dan terhadap siapapun. Dalam hal ini bila diterapkan pada setiap orang, maka manusia akan semakin mengembangkan kepedulian.

Selama seorang manusia masih memiliki sebuah hati yang baik, walau hanya mengucapkan sepata kata penyemangat yang dapat menghibur dan mendorong semangat seseorang atau melakukan satu kebaikan, maka semua itu layak mendapatkan pujian. Menyebarkan cinta kasih atau benih kasih ke orang lain, maka dunia ini akan dipenuhi dengan kehangatan dan kedamaian.

0 komentar:

Post a Comment

Agenda Terbaru 2018

Tanggal 29 - 30 Juni 2018; Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Dhammasekha Berbasis IT - Selat Panjang Kep. Mranti Kep. Riau
Instagram

Translate

Featured Post

Cara Sederhana Membuat Media Pembelajaran Interaktif dengan Office PowerPoint - Bagian 1

Pengembangan Media Presentasi Untuk Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) Oleh : Widi Astiyono, S. Ag (Merupakan makalah yang ...

Popular Posts