- Mari Terus Berkarya, Berkreasi dan Berinovasi -
Home » , » Video Pembelajaran_Menghindari Mengambil Barang yang Tidak Diberikan

Video Pembelajaran_Menghindari Mengambil Barang yang Tidak Diberikan

Video Ilustrasi Tentang Pelaksanaan Sila ke-2 Pancasila Buddhis

Saat pengambilan gambar/shooting

Adinnadana veramani sikkhapada samadiyami
Adalah aku bertekad akan melatih diri menghindari dari pencurian. Semua agama juga mengajarkan untuk tidak mencuri. Dalam agama Buddha, mencuri adalah pelanggaran sila kedua. Buddha mengajarkan bahwa akibat mencuri akan membawa penderitaan bagi si pencuri itu sendiri. Hal ini diuraikan jelas di dalam kitab Samyutta Nikaya (III, 15). Ketika beliau berkata kepada para bhikkhu bahwa manusia mencuri akan berakibat: “ia akan terus merampok/ mencuri, hingga saat tindakan tersebut menjadi penyebab kematiannya”.

Jadi si pelaku itu akan terus mencuri, sebelum dia menyesal bahwa pencurian mengakibatkan dia terlahir di alam rendah. Untuk itu dia harus menyadari bahwa mencuri itu adalah perbuatan yang buruk serta melanggar sila.  Akibat melanggar sila adalah si pelaku  terlahir di alam apaya 4.

Suatu pencurian telah terjadi bila terdapat lima faktor, sebagai berikut :
a. Ada sesuatu/barang/benda milik pihak lain
b. Mengetahui bahwa barang itu ada pemiliknya
c. Berpikir untuk mencurinya
d. Berusaha untuk mencurinya
e. Berhasil mengambil barang itu melalui usaha tersebut

Yang dimaksud dengan berhasil melalui usaha itu adalah apabila barang itu telah berpindah dari tempat semula. Misalnya seseorang mengambil handphone, dan handphone itu sudah berpindah dari tempatnya, itu sudah dikatakan mencuri. Contohnya lagi, ketika seseorang mencuri dan tiba-tiba pemiliknya datang, dan kemudian ia mengembalikkan barang tersebut kepada pemiliknya, ia sudah dikatakan mencuri, karena barang tersebut sudah berpindah dari tempatnya. Pelanggaran sila berakibat sangat buruk, sesuai dengan kekuatan kehendak untuk mencuri, nilai barang yang dicuri dan tingkat kemajuan rohani pemiliknya (orang suci).

Bila kita tidak mau kehilangan apa yang kita miliki, kita tidak boleh mengambil barang milik orang lain. Seseorang hendaknya memiliki rasa saling menghargai kepemilikkan orang lain terhadap benda tersebut. Jadi dengan menghargai kepemilikkan orang lain, kita juga menghargai benda yang kita miliki.

Berikut ini videonya :


0 komentar:

Post a Comment

Agenda Tahun 2018

1. Tanggal 5 - 6 Januari Temu Pelatih Nasional dan Pengukuhan Pelatih Nasional IGI 2018. 2. Tanggal 22 April; Video Converenc Maluku Belajar 3. Tanggal 28 April; Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bidang TIK - Tana Toraja Sulsel. 4. Tanggal 29 - 30 Juni 2018; Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Dhammasekha Berbasis IT - Selat Panjang Kep. Mranti Kep. Riau. 5. Tanggal 25 - 27 Juli; Workshop Multimedia Pembelajaran Provinsi Riau 6. Tanggal 30 Juli - 1 Agustus; Workshop Multimedia Pembelajaran Provinsi Riau. 7. Tanggal 30 Oktober - 01 November; TOT Penyusunan Soal USBN 8. Tanggal 18 - 21 November; Workshop Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran Provinsi Lampung.

Selamat Hari Guru Nasional

Selamat Hari Guru Nasional
Selamat Hari Guru Nasional 2018. Mari kita tingkatkan profesionalisme guru menuju pendidikan abad 21. Terus belajar, berkreasi, berinovasi dan berkarya. Padamu Negeri Kami Berjanji, Padamu Negeri Kami Berbakti, Padamu Negeri Kami Mengabdi, Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami. Terimakasih guruku....
Instagram

Translate

Popular Post

Dukung Kang Widi dalam gelaran Anugerah ASN 2018 Kategori PNS Inspiratif 2018

Mohon dukungan kepada segenap pembaca, berikan informasi positif tentang saya; Kang Widi (Widi Astiyono) kirim ke email  anugerahasn2...

Popular Posts